Pak Jaya, Pahlawan Keselamatan yang Sering Dilupakan

Desa Cilaku adalah desa dengan wilayah yang berbatasan dengan Tanggerang serta berada dekat dengan stasiun KRL Tenjo, sehingga tak aneh suara kereta yang melintasi sering terdengar di telinga. Pun di desa Cilaku ada beberapa titik yang berada pada kawasan lintasan KRL. Kadang ada hal kecil yang sering terlupa dan di abaikan, ialah penjaga palang rel kereta, tanpa mereka yang memberi aba – aba kereta datang, nyawa setiap pelintas menjadi taruhan. Terlebih lintasan rel yang ada di kampung Cilaku tanpa pos atau palang, tidak seperti palang kereta di jalan raya relative ada pembatas juga pos untuk para penjaga palang rel kereta tetapi berbeda dengan kawasan rel yang memasuki kawasan kampung seperti di Nanggerang atau kampung Cilaku Hilir tidak ada pembatas palang ataupun pos penjaga, kadang mereka duduk di hamparan rumput yang berada dekat dengan lintasan rel kereta. Itulah salah satu aktifitas yang dilakukan oleh Pak Jaya, penjaga palang kereta tertua di desa Cilaku. Menjaga keamanan pelintas kawasan rel di Cilaku, seperti sepele hanya memberi aba – aba kepada para pelintas untuk boleh melanjutkan perjalanan atau menunggu sampai kereta melewati lintasan rel, tetapi tak bisa dibayangkan dengan operasional kereta dari dini hari mulai jam 5 sampai tengah malam jam 12, pak Jaya yang bergantian dengan anak – anaknya harus stay memberi aba – aba bahkan meskipun petang walau pelintas jalan hanya satu atau dua orang yang lewat kawasan rel kereta harus tetap dijaga, karena risiko malam jauh lebih tinggi dengan gelapnya malam yang makin mencekam, para pelintas kadang tak begitu menyadari kehadiran kereta api. Sehingga penjaga rel kereta harus tetap berjaga dan terjaga mengikuti operasional KRL stasiun Tenjo untuk bersiaga mengamankan dan menjaga keselamatan pelintas jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Lebih Dekat Desa Cilaku

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dengan Pelatihan Keterampilan Menjahit

Keberagaman dan Kerukunan Antar Agama di Desa Cilaku