Petani, Pahlawan Penjaga Kedaulatan Pangan
Di era millineal yang serba instan ini, kita cukup dijauhkan dari apa yang dulu melekat dekat disekitar kita. Misalnya tentang kebanggaan menjadi seorang masyarakat desa. Budaya migrasi untuk mengadu nasib ke kota besar harus bergeser, sudah saatnya hari ini adalah eranya menguatkan potensi desa untuk menjadi desa yang berdaya. Salah satunya adalah pemanfaatan potensi pertanian. Tidak lagi malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota pun tidak bisa apa-apa. Kita diingatkan dari penggalan lagu Ibu Pertiwi yang mahsyur itu :“Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan”. Dimana yang menjadi simpanan kekayaan itu, tak lain dan tak bukan ada di desa. Pun salah satu masyarakat local di desa Cilaku, Pak Teja namanya yang tetap giat menjadi penyuluh swadaya pertanian.
Pak Teja seorang yang nampak sederhana itu tetap menekuni dunia pertanian, menikmatinya seperti hobby. Tak peduli di pandang sebelah mata oleh dunia, ia tetap bertani dan bercocok tanam dan berburu ilmu tentang pertanian dengan kelompok tani dan pegiat penyuluh lainnya. Ia bahkan tetap rendah hati meski berhasil mengukir prestasi bersama kelompok taninya sebagai juara III dalam lomba Bidang Ketahanan Pangan Kategori Pelaku Ketahanan Pangan dalam Pengelolaan lumbung Pangan Masyarkat (LPM) Tingkat Kebupaten Bogor Tahun 2017.
Sebagai penutup petani yang bercangkul dan bercocok tanam di kebun, kepada merekalah kita harus berterimakasih karenanya kita terjaga dari rasa lapar dan merekah sebenanrnya pahlawan penjaga kedaulatan pangan.


Komentar
Posting Komentar